" Lezatnya Steak 21 Medan "


Postingan ini sebetulnya udah lama, sebelum si Corona muncul merajalela di dunia ini. Jadi ceritanya pas kita liburan ke kota Medan. Karena baru pertama kesini, jadilah tanya-tanya sama supir ojol, lalu kita di arahkan ke Centre Point Mall. Waaah, mall nya cantik dan megah. Setelah puas keliling-keliling, perut pun keroncongan. Uci (panggilan sayang anak-anak ke Mamaku) mengusulkan makan steak, langsung deh kita menuju Steak 21.
Karena baru pertama kali, kamipun bertanya pada pramusaji menu apa yang menjadi favorit disini. Menurutnya yang paling di gemari adalah menu Prime Sirloin Steak untuk daging yang kaya akan lemak, kemudian Prime Tenderloin Steak dengan lemak yang sedikit. Adapula Prime Rib Eye dengan saus Brown dan Creamy Mushroom. Untuk yang suka seafood, ada Grilled Kakap atau Salmon. Pilihan kentangnya juga beda-beda, ada Potato Wedges, Fried Fries dan Mashed Potato. Ternyata ada perbedaan tingkat kematangan untuk steak, yaitu Rare, Medium, Medium Well, Well Done. Rare : Daging dibakar masing-masing 1 menit di kedua sisi, sehingga di dalamnya masih merah dan berdarah. Medium : Masing-masing dibakar 2 menit di kedua sisi, didalamnya masih merah, namun tidak berdarah lagi. Sedangkan Medium Well : Dibakar masing-masing selama 3 menit, disebelah dalamnya terlihat merah muda. Pramusaji menyarankan tingkat kematangan ini. Daging terasa sangat lembut, juicy, dan sempurna. Tingkat Well Done tidak ia sarankan, karena daging dibakar 4-5 menit dikedua sisi, didalamnya sudah berwarna kecoklatan, tapi kehilangan rasa manisnya.
Segera saja, setelah pesanan datang langsung kami santap. Benar apa kata pramusaji tadi. Daging dengan tingkat kematangan Medium Well, benar-benar juara. Empuk, langsung lumer dimulut tanpa susah mengunyah. Baru kali ini saya makan daging yang tebal, namun lembut, sama sekali tidak alot. Apalagi jika dicelupkan dengan saus Creamy Mushroom, rasanya tak terbilang sudah. Kita semua begitu menikmati rasa daging yang luar biasa ini. Sekarang pun sambil menulis, tetiba saya jadi ngiler, Hahahahaha...
Setelah puas makan sampai kekenyangan, (karena porsi dagingnya gede banget). Kita segera membayar tagihan bill yang disodorkan pramusaji dengan senyum yang manis. Tagihannya setara dengan 3 hari makan di Rumah Makan Padang, Oops.. Tapi menurutku ini worth it dengan kenikmatan yang kita rasakan. So, jika ada kesempatan main ke Medan, kita bakal kesini lagi.

Komentar